Review Jurnal Mata Kuliah Penilaian Hutan                                          Medan,  Januari 2021

NILAI EKENOMI KOMODITI HUTAN MANGROVE DI DESA MERAK BELANTUNG KECAMATAN KALIANDA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN.

 

Dosen Penanggungjawab :

              Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Disusun Oleh :

          Khofifah Triwardani Manik

                         181201025

                                                      MNH 5

 

 

 

 

 



 

 


 

 

 

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2020

 


Judul : Nilai Ekenomi Komoditi Hutan Mangrove Di Desa Merak Belantung Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan.

Jurnal : Sylva Lestari

Volume dan Halaman : Volume 4. No. 1, Januari 2016 (69-80).

Tahun : 2016

Penulis : Dewi Masithah, Asihing Kustanti, dan Rudi Hilmanto

Reviewer : Khofifah Triwardani Manik

Tanggal : 11 Desember 2020

 

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai komoditi hutan mangrove yang memiliki nilai ekonomi dan nilai ekonomi dari maisng-masing komoditi tersebut, menghitung total nilai ekonomi komoditi yang dihasilkan hutan mangrove, serta mengetahui jenis dan dominasi mangrove penyusun hutan mangrove Desa Merak Belantung Kecamatan Kalianda kabupaten Lampung Selatan yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian alam.

Objek  Penelitian

Adapun objek dari penelitian adalah berupa kawasan hutan mangrove desa Merak Belantung yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dan dikelola oleh Dinas Kehutanan.

Assamen Data

Data yang diperlukan dlam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Dimana, data primer didapatkan dari hasil wawancara menggunakan kuisioner dan analisis data vegetasi. Sedangkan, data sekunder didapatkan dari instansi yang terkait yaitu kantor kepala desa, kelurahan dan dinas Kehutanan setempat.

 

Metode Penelitian 

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember- Februari 2015, di Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan.

Sedangkan metode yang digunakan ada tiga yaitu pengumpulan data primer dan sekunder, pengambilan sampel dan analisis data. Pada metode pengambilan sampel digunakan Snowball sampling, dan untuk mengetahui nilai ekonomi dari masing-masing komoditi hutan digunakan metode simple random sampling. Pada analisis data, data yang digunakan adalah analisis vegetasi, data komoditi hutang mangrove, dan penggunaan nilai ekonomi komoditi langsung hutan mangrove.

Langkah Penelitian


Pada analisi vegetasi, diawali dengan penentuan banyaknya jumlah plot dalam penelitian dengan rumus :






Sedangkan, variabel yang dihitung dalam analisis vegetasi yaitu kerapatan (K), kerapatan relatif (KR), frekuensi (F), frekuensi relatif (FR), dominasi (D), dominasi relatif (DR), dan indeks nilai penting (INP). Pada pendugaan nilai komoditi langsung hutan mangrove dibutuhkan 2 data yaitu penilaian berdasarkan harga pasar, dan Kesediaan menerima pembayaran (Willingness to accept/WTA), untuk komoditi hutan mangrove yang tidak memiliki pasar. Untuk menentukan WTA dipakai rumus sebagai berikut :

 

Untuk menghitung nilai total WTA, digunakan rumus sebagai berikut :

Hasil dan Pembahasan

Pada analisis vegetasi didapat hasil yaitu sebagai berikut :

·      Sebagian besar jenis pohon mangrove yang terdapat pada hutan mangrove desa Merak Belantung adalah dari famili Rhizophoraceaesebanyak 5 pohon mangrove yaitu bakau besar (Rhizophora mucronata), bakau kecil (R. apiculata), mentigi (Ceriops tagal), tanjung putih (Bruguiera cylindrica), dan tanjung merah (Bruguiera gymnorrizha). Jenis pohon mangrove desa Merak Belantung juga didominasi oleh kelompok mangrove mayor yang terbagi menjadi 4 famili mangrove, yaitu Avicenniaceae, Rhizophoraceae, Palmae, dan Sonneratiaceae.

·      Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus didapat bahwa pohon Bakau besar (Rizhopora mucronata) memiliki kerapatan relatif (KR) sebesar 30,51 %, frekuensi relatif (FR) sebesar 33,33%, dominasi relatif (DR) sebesar 69,76%, indeks nilai penting (INP) sebesar 133,60%. Pohon bakau kecil
(Rizhopora apiculata) memiliki kerapatan raltif (KR) sebesar 55,10%, frekuensi relatif (FR) sebesar 22,22%,  dominasi relatif (DR) sebesar 17,13 %, dan indeks nilai penting (INP) sebesar 94,45 %. Pada pohon Mengadai (Lumnitzera racemosa) memiliki kerapatan relatif (KR) sebesar 11,86 %, frekuensi relatif (FR) sebesar 33,33%, dominasi relatif (DR) sebesar 7,71%, indeks nilai penting (INP) sebesar 52,90%. Pada pohon api-api
(Avicennia alba) memiliki kerapatan relatif (KR) sebesar 2,54%, frekuensi relatif (FR) sebesar 11,11%, dominasi relatif (DR) sebesar 5,40%, dan indeks nilai penting (INP) sebesar 19,05%.

Sedangkan, hasil yang didapat dari potensi ekonomi komoditi langsung hutan mangrove adalah sebagai berikut :

·      Nilai komoditi hutang mangrove di desa Merak Belantung yang memiliki nilai ekonomi adalah ikan kakap, ikan belanak, ikan windu, ikan lukan, kerang tiram, kepiting, ikan gelodok dan buah pidada (Sonneratia caseolaris).

·      Komoditi hutan mangrove Desa Merak Belantung yang memiliki nilai ekonomi tertinggi adalah kepiting yaitu sebesar Rp 219.000.000/tahun dan komoditi yang memiliki nilai ekonomi terendah adalah ikan belanakdan kerang tiram yaitu sebesar Rp 18.250.000/tahun.

·      Dari nilai rataan WTA (EWTA) hanya diketahui bahwa hanya 1 responden yang mengetahui manfaat dari buah pidada yang memiliki potensi ekonomi. Dugaan nilai rataan WTA dari  komoditi hutan mangrove buah pidada ini adalah sebesar Rp. 2.190.000/tahun.

·      Total nilai WTA responden terhadap komoditi hutan mangrove Desa Merak Belantung buah pidada diperoleh dari perkalian nilai rataan responden dengan jumlah komoditi hutan mangrove dari Desa Merak Belantung yang tidak memiliki pasar dan harga pasar, berdasarkan perhitungan tersebut didapatkan hasil sebesar Rp 2.190.000 per tahun. Nilai tersebut merupakan total nilai kesediaan menerima pembayaran atas komoditi hutan mangrove Desa Merak Belantung Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan yang tidak memiliki harga pasar dan pasar.

Kekuatan Penelitian

Penelitian ini memiliki banyak sumber untuk mendapatkan informasi mengenai vegetasi hutan mangrove di desa Merak Belantung sehingga penelitian tidak berlangsung lama. Penelitian ini juga menggunakan kuisioner untuk wawancara responden.

Kelemahan Penelitian

Kelemahan dari penelitian ini adalah hanya sebagain kecil masyarakat atau responden yang mengetahui manfaat dan nilai ekonomi dari mangrove tersebut. Serta penelitian tersebut banyak menggunakan rumus.

Kesimpulan

Dengan adanya penelitian ini diharapkan bertambahnya informasi tentang manfaat dan nilai ekonomi yang terdapat di mangrove terkhususnya untuk masyarakat setempat sehingga dapat dimanfaatkan dan menambah penghasilan bagi masyarakat setempat dan juga mengetahui jenis-jenis vegetasi dikawasan mangrove desa Merak Belantung tersebut.

Komentar